Article Detail
Pembelajaran Kolaboratif IPA, Matematika, dan Olahraga Kelas 7 SMP Tarakanita Gading Serpong
Pada tanggal 22–26 September 2025, peserta didik kelas 7 SMP Tarakanita Gading Serpong mengikuti rangkaian kegiatan pembelajaran kolaboratif lintas mata pelajaran IPA, Matematika, dan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar terintegrasi yang menekankan pengamatan, pengolahan data, dan praktik keterampilan motorik.
IPA: Membuat Laporan Pengukuran
Pada pembelajaran IPA, peserta didik mempelajari konsep dasar pengukuran kecepatan melalui kegiatan praktik di lapangan. Siswa mengukur jarak lintasan, mencatat waktu lari, serta menghitung kecepatan sederhana. Berdasarkan hasil tersebut, mereka menyusun laporan pengukuran yang terdiri dari tujuan, alat dan bahan, prosedur, data, dan kesimpulan.
Kegiatan ini melatih ketelitian, kemampuan observasi, dan keterampilan menyajikan laporan ilmiah.
Matematika: Menyajikan Data dalam Tabel dan Diagram
Data yang telah diperoleh pada pembelajaran IPA kemudian diolah pada mata pelajaran Matematika. Peserta didik menyajikan data lari dalam bentuk tabel, diagram batang, atau diagram garis untuk melihat perbandingan kecepatan antar siswa maupun antar kelompok.
Melalui kegiatan ini, siswa belajar membaca data, memilih bentuk penyajian yang tepat, serta menarik kesimpulan matematis dari informasi yang disajikan.
PJOK: Tes Kecepatan Lari (Speed Test)
Pada pembelajaran PJOK, peserta didik melakukan tes kecepatan lari untuk mengukur kemampuan fisik mereka. Siswa dilatih untuk berlari dengan teknik yang benar, menjaga kecepatan, serta memperhatikan keselamatan saat beraktivitas.
Hasil tes kecepatan ini menjadi data utama yang diolah dalam kegiatan IPA dan Matematika.
              Â
Pembelajaran Terintegrasi yang Bermakna
Kolaborasi antar mata pelajaran ini memberikan pengalaman belajar holistik bagi peserta didik. Mereka tidak hanya memahami konsep kecepatan dan pengukuran, tetapi juga mengolah hasilnya ke dalam bentuk data yang terstruktur, serta merasakannya langsung melalui aktivitas fisik.
Model pembelajaran terpadu seperti ini membantu siswa memahami bahwa ilmu pengetahuan saling berkaitan dan dapat digunakan untuk memecahkan masalah nyata. Selain itu, kegiatan ini juga melatih keterampilan abad 21 seperti kerja sama, komunikasi, berpikir kritis, serta literasi numerasi dan sains.
-
there are no comments yet
