Article Detail

Pemanfaatan Youtube Pendek “Entomogami pada Bunga Pukul Delapan” untuk Menembus Critical Area Siswa pada Pembelajaran Sistem Reproduksi Tumbuhan dengan Pendekatan Saintifik

Pemanfaatan Youtube Pendek “Entomogami pada Bunga Pukul Delapan” 

untuk Menembus Critical Area Siswa pada Pembelajaran Sistem Reproduksi Tumbuhan dengan Pendekatan Saintifik

(Utilization of Youtube Short to Penetrate Student’s Critical Areas)

Oleh: Christina Susanti, S.Pd.

Pandemi Covid-19, menyebabkan perubahan sistem pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh, berdampak pada keterampilan berpikir kritis kurang dapat berkembang karena siswa peserta didik lebih memilih mencari jawaban cepat tanpa melakukan penyelidikan. Kembalinya sistem pembelajaran tatap muka memerlukan adaptasi bagi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Pada pembelajaran tatap muka dapat menggunakan kembali media yang dipakai/dibuat saat pembelajaran online untuk,

  1. meningkatkan motivasi, minat, dan semangat belajar

  2. usaha untuk menembus critical area peserta didik. 

Critical Area (wilayah kritis) merupakan bagian dari sistem limbik. Sistem limbik terletak di bagian tengah otak, membungkus batang otak, komponen limbik antara lain hipotalamus, thalamus, amigdala, hippocampus dan korteks limbik. Sistem limbik berfungsi menghasilkan perasaan, mengatur produksi hormon, memelihara homeostasis, rasa haus, rasa lapar, dorongan seks, pusat rasa senang, metabolisme dan juga memori jangka panjang. Bagian terpenting dari Limbik Sistem adalah Hipotalamus yang salah satu fungsinya adalah memutuskan mana yang perlu mendapat perhatian dan tidak, menyaring seluruh informasi / filter informasi yang masuk dari berbagai sumber. Critical area merupakan daerah transisi menuju bawah sadar, daerah penentuan, pagar, filter informasi. Sedangkan pikiran bawah sadar menyimpan memori jangka panjang. Supaya hasil belajar sampai pada memori jangka panjang maka diperlukan kegiatan pembelajaran yang dapat menembus critical area peserta didik. Usaha untuk menembus critical area siswa dapat dilakukan dengan 

  1. Relaksasi

Setiap proses pembelajaran sebaiknya dimulai dengan kesan pertama yang menyenangkan. Suasana menyenangkan dapat membuat critical area beristirahat.

  1. Mind Focus

Memusatkan perhatian tanpa ada distorsi pikiran-pikiran lain yang membebani (pikiran pada frekuensi Alpha State).

  1. Komunikasi bawah sadar,

seberapa pentingnya atau seberapa menariknya materi yang dipelajari.

Berdasarkan uraian di atas telah dilakukan pembelajaran tatap muka pada peserta didik kelas 9, materi reproduksi pada tumbuhan dengan metode Backward Design dan pendekatan saintifik. Metode Backward Design merupakan metode yang digunakan untuk merancang pengalaman belajar siswa dengan fokus mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Terdapat tiga langkah pelaksanaan Backward Design mengidentifikasi hasil akhir, menentukan penilaian, merancang instruksi kegiatan pembelajaran. Dalam merancang instruksi kegiatan pembelajaran menggunakan pendekatan saintifik pada kegiatan inti yang meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menganalisis dan mengkomunikasikan. Metode dan pendekatan tersebut dirancang untuk dapat menembus critical area siswa sehingga sampai pada pikiran bawah sadar dan membentuk memori jangka panjang. Berikut tabel yang berisi gambaran singkat pembelajaran yang dilakukan.


Langkah Backward Design

Kegiatan

Keterangan

mengidentifikasi hasil akhir


a. siswa dapat menunjukkan organ vegetatif tanaman yang diamati dengan benar

b. siswa dapat menunjukkan organ generatif tanaman yang diamati dengan benar

1) siswa dapat menemukan 5 bagian bunga dengan benar

2) siswa dapat menemukan cara penyerbukan dengan benar

c. siswa dapat menyebutkan cara perkembangbiakan tanaman yang diamati dengan benar

d. siswa dapat mengidentifikasi nama tanaman dengan benar menggunakan aplikasi PlantNet atau Google lens

Aplikasi: Youtube pendek, PlantNet, Padlet

menentukan penilaian

  1. proses 

  2. produk 


merancang instruksi kegiatan pembelajaran

  1. Pendahuluan

  1. Motivasi

  2. Apersepsi 

  3. Pembentukan kelompok

Komunikasi bawah sadar



  1. Inti

  1. Mengamati, 

mengamati youtube pendek Entomogami pada Bunga Pukul Delapan pada @christinasusanti9193

(merupakan pengalaman induktif)

(2) Menanya,

   Tiap kelompok membuat 2 pertanyaan sesuai hasil pengamatan, mengkomunikasikan pertanyaan yang dibuat, memilah 6 pertanyaan yang mengarah atau sesuai dengan hasil akhir

(3) Mengumpulkan informasi, 

melakukan pengamatan tanaman yang dipilih untuk menjawab 6 pertanyaan (merupakan pengalaman empiris)

(4) Menganalisis, 

    melakukan analisis hasil pengamatan, dan membuat poster

(5) Mengkomunikasikan, presentasi hasil pengamatan

Langkah usaha menembus CA

Relaksasi



Mind focus












  1. Penutup

  1. Konfirmasi dan penguatan hasil analisis

  2. Kesimpulan 

  3. Penilaian



Referensi:

Mahardika Deni, 2015, Menerapkan Hypnostudying, Strategi Cerdas Membuat Peserta Didik Keranjingan Belajar, Diva Press, Yogyakarta

https://iwaza.wordpress.com/2011/02/15/mengajar-dengan-menembus-critical-area-hypnosis/

https://beeorangesius.wordpress.com/2014/03/29/manusia-emosi-dan-sistem-limbik/



Comments
  • there are no comments yet
Leave a comment